Artikel kali ini aq akan coba bahas mengenai sifat – sifat binatang manakah yang kita mau pilih dan mungkin masih melekat pada diri kita dan apakah akan terus menerus sifat seperti itukah yang akan kita pelihara pada diri kita? Itu terserah dari pribadi kita masing – masing yang mungkin dengan akal dan hati kitalah yang menentukannya. Langsung aja coba aq bahas ya.
1. Kupu – Kupu
Akhir - akhir ini kita sering denger di berita – berita (baik di media cetak maupun media elektronik) mengenai ulat bulu. Yup bener banget, kita banyak mendengar berita mengenai keresahan masyarakat (khususnya masyarakat pulau jawa) dengan semakin banyaknya ulat bulu yang ada di daerah mereka. Bahkan klo aq ngga salah informasi udah 11 kecamatan yang terserang ulat bulu ini dan ngga menutup kemungkinan akan semakin banyak lagi daerah – daerah yang akan terserang oleh ulat – ulat bulu tersebut. Terlepas dari itu semua, aq coba ngebahas kenapa aq ngebicarain ini. Karena seperti yang kita ketahui untuk menjadi seekor Kupu – Kupu nggalah bisa langsung menjadi Kupu – Kupu, akan tetapi harus melalui beberapa proses terlebih dahulu yang salah satu(1)nya adalah melalui ulat (bulu) terbih dahulu. Seperti yang udah aq ungkapkan di atas tadi, ulat akan menjadi hama bahkan menjadi malapetaka bagi para petani kalo ulat – ulat tersebut melebihi dari batas kewajaran hidup dalam kawasan petani terbut, yang akibatnya banyak tanaman petani yang daun - daunnya habis dimakanin ulat tersebut bahkan para petani juga ada yang menebang pohon - pohonnya agar ulat – ulat tersebut ngga semakin banyak. Jadi dalam hal ini ulat begitu meresahka bagi para petani karena bisa mengakibatkan mereka gagal panen pada musim itu. Namun akan sangat berbeda halnya apabila ulat – ulat tersebut telah berubah menjadi kupu – kupu, yang mana kita tau kupu –kupu banyak membantu dalam proses pertumbuhan bagi tumbuh – tumbuhan, selain itu kupu – kupu juga binatang yang memiliki bentuk dan bahkan warna yang bagus – bagus juga cantik – cantik yang banyak sekali orang – orang menyukainya. Inilah mengapa dalam hal ini aq mencoba buat mengambil”sesuatu/hikmah”dari sifat binatang ini. Untuk menjadi seekor kupu – kupu yang di sukai banyak orang juga banyak memberi manfaat buat orang banyak juga lingkungannya, ia”dulu”merupakan suatu sosok yang dibenci oleh”sebagian pihak”karena sikap dan tingkah lakunya, namun karena ia telah “sadar/tobat” dari perbuatan – perbuatannya yang telah diperbutnya di masa lalu ia merubah dirinya untuk menjadi pribadi yang baik dan mendatangkan manfaat bagi lingkungannya. Sehingga dengan berjalannya waktu orang – orang bisa menerima ia yang sekarang yang sudah berubah menjadi yang lebih baik dan banyak yang menyukai mereka bahkan orang – orang yang dulu dibenci / ngga disukai oleh perbuatannya sekarang berbalik menjadi menyukainya bahkan membutuhkannya. Alangkah bahagianya kita jika bisa menjadi seperti hal tersebut dalam hidup ini. Bisa menjadi bagian yang penting serta banyak mendatangkan manfaat bagi orang – orang disekitarnya juga lingkungnnya. Jadi pada kesimpulannya ngga ada kata terlambat bagi kita yang ingin berubah selama kita masih hidup di dunia ini, karena sebagaimana kita ketahui kita hidup di dunia ini nggalah lama namun sangat sebentar dan sementara serta sangat menentukan sekali akan kehidupan kita yang”selanjutnya”akan seperti apa?bahagia kah atau menderita selamanya?
2. Lebah
Jika kita berbicara tentang lebah,apalagi hal positif yang bisa kita ambil mungkin akan sangat banyak manfaatnya dalam hal ini hasil dari apa yang telah ia kerjakan yakni menghasilkan madu. Sebagaimana yang kita ketahui madu sangatlah banyak manfaatnya mulai dari pengobatan berbagai penyakit, untuk kekebalan tubuh dan mungkin banyak laig berbagai manfaat yang kalian ketahui mengenai manfaat dari madu ini. Untuk kita ketahui, lebah memang sejak kecil ia memang di besarkan dan”di didik”untuk menghasilkan madu. Ia memang sejak awal telah melakukan hal yang baik, yang banyak mendatangkan manfaat bagi makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Sifat yang aq maksudkan disini adalah seorang manusia yang hidupnya sejak kecil ia selalu dan memang banyak berbuat kebaikan dan mendatangkan manfaat bagi lingkungan juga keluarganya sampai ia meninggal. Ia bener – bener melakukan semuanya dengan rasa ikhlas hingga ia mati/meninggal dunia. Jadi sifat / sikap ini merupakan sifat yang dimana orang tersebut yang sejak ia lahir hingga ia meninggal dunia ia tetap mengabdikan dirinya untuk selalu berbuat kebaikan, baik itu untuk orang – orang di sekitarnya maupun lingkungannya.
3. Monyet
Berbicara mengenai binatang satu (1) ini kita pasti banyak yang sudah mengetahuinya, apalagi ada sebuah teori dari salah seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa “manusia adalah keturunan dari monyet”, dalam hal ini aq adalah salah satu orang yang sangat ngga setuju mengenai pendapat ini, terserah aja klo ada diantara yang membaca bisa mengatakan bahwa setuju dengan teori tersebut tapi aq pribadi ngga mau dibilang keturunan monyet yang jelas – jelas manusia diberikan akal dan fikiran oleh Allah SWT dan banyak lagi hal lain yang ngga’ bisa aaq jelasin satu – persatu disini. Kembli ke hal yang akan aq coba bahas yakni sifat yang ada pada binatang Monyet ini. Monyet termasuk salah satu binatang yang “serakah”, mengapa demikian karena jika kita memperhatikan binatang ini apallagi saat binatang ini diberikan sebuah makanan (pisang) kepadanya,ia akan langsung mengambilnya dan memakannya, jika di dalam mulutnya masih terdapat pisang tersebut lalu kita berikan lagi sebuah pisang kepadanya maka ia akan mengambilnya dan menyimpannya di tangannya, kemudian kita kasih lagi sebuah pisang maka ia kan kembali manyimpannya di tangan sebelahnya, jika kita berikan lagi maka ia akan menyimpannya di kakinya,dan jika kita memberikannya lagi maka di simpannya lagi di kaki sebelahnya, aq ngga tau gimana klo si monyet inikita kasih pisang lagi bakal di tarok dimana tuh pisang,hehehehe… terlepas dari itu aq bisa mengambil sebuah pelajaran dari sifat binatang ini yakni sebuah”keserakahan”. Ia begitu serakahnya ingin mendapatkan semua makanan yang ia dapatkan tanpa mau memperdulikan teman – temannya, bahkan jika ia melihat temannya banyak mendapatkan makanan ia “iri”dan ingin merebutnya dari temannya itu. Sejak kecil ia selalu seperti itu, bahkan sampai ia meninggal pun ia akan tetap seperti itu. Jadi dalam hal ini, kita bisa mengetahui begitu serakahnya binatang ini yang tanpa memperdulikan teman – temannya (orang – orang) di sekitarnya.
Jadi kita bisa mengambil hikmah ataupun pembelajaran dari masing – masing binatang tersebut di atas, yang mana kita juga bisa sering jumpai dalam hidup seseorang. Entah itu kita sendiri, teman kita, saudara kita, atau pun yang lainnya. Tapi akan lebih baik jika semuanya bisa kita awalai dari diri kita sendiri dahulu baru kita membantu mengingatkan / menasehati teman atau keluarga – keluarga kita. Manakah yang akan kita pilih???kupu – kupu kah yang mana ia dulunya adalah seorang yang dibenci orang – orang dan lingkungannya namun karena ia telah ber”Tobat”dari perbuatannya dahulu ia berubah dan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi ornag banyak maupun lingkungannya. Atau seekor Lebah yang di masa awal hidupnya ia selalu berbuat kebaikan baik itu untuk orang lain maupun untuk lingkungannya. Atau seekor monyet yang serakah, yang ngga mau meperdulikan terhadap teman – temannya atau orang lain di sekitarnya, ngga bisa ngeliat orang lain seneng atau bahagia yang sifat itu terus “menempel” pada dirinya hingga ia meninggal dunia. Pilihan ada pada diri kita masing – masing, karena setiap perbuatan pasti ada”pertanggung – jawabannya” dan tanggung jawab tersebut adalah dari diri mereka masing – masing bukan orang lain. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya khususnya bagi aq sendiri. Maaf yak lo kalimatnya berantakan, karena aq bukan seorang penulis yang pinter bikin kalimat – kalimatnya tersusun rapi dan enak dibaca, tapi mudahan yang ngebacanya ngerti dan paham ma yang aq utarakan disini. Terima kasih… ^_~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar