Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri laki – laki yang bentuknya bengkok. Yang mana untuk meluruskannya haruslah dengan pelan – pelan, jangan dengan kekerasan atau kasar, yang mana jika kita mencoba "meluruskannya" dengan kekerasan maka ia akan "patah", jadi yang harus kita lakukan adalah dengan cara memberikan nasehat – nasehat secara lembut dan terus menerus. serta tahapan - tahapan sesuai dengan yang di syariatkan, seperti dalam surat An-Nisaa’:34-35”...wanita – wanita yang kalian khawatirkan berbuat nusyuz,maka nasihatilah mereka dan pisahkan diri dari tempat tidur mereka,dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaati kalian, maka janganlah kalian mencari – cari jalan untuk menyusahkannya...”.
Disini menjelaskan bahwa kita sebagai laki – laki (suami) harus bersabar terhadap tingkah dan prilaku dari istri – istri kita yang dalam perjalanan hidupnya terkadang tidak berjalan lurus. Maka kita sebagai laki laki(suami) wajib memberikan nasehat dan petunjuk ke jalan yang baik dengan pelan – pelan, jika istri tetap tidak mau menururti maka suami boleh membiarkan istrinya di tempat tidur ( dengan membelakanginya / berpaling ). Dan jika istri tetap tidak mau menuruti, pukullah...tetapi tidak dengan emosi. Dalam hal ini yang di maksud dengan memukul adalah memukul dengan tidak memberikan bekas pada tempat suami memukul, tidak pada bagian kepala wanita. Sebaiknya memukul di telapak tangannya sebagai bentuk dan pertanda bahwa itu adalah peringatan yang nyata dari suami agar istri menyadari apa yang dilakukannya itu adalah tidak benar. Dalam hal ini, Seorang istri sebaiknya mengerti bahwa ia dalam keadaan yang salah, jangan sampai suami memukul istri, karena hal itu merupakan teguran akhir yang sangat nyata dari seorang suami atas tingkah dan prilakunya. Jadi sebelum suami melakukan hal demikian seorang istri menyadari akan sikapnya dan berubah kembali ke jalan-NYA serta meminta maaf kepada suaminya dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama itu lagi di kemudain hari.
Namun dalam hal ini seorang suami juga tidak boleh seenaknya saja meminta sesuatu yang berlebihan atau di luar dari kemampuan istrinya. Karena bagaimanapun istri adalah anugerah dari Allah SWT untuk kita jaga, sayangi dan kasihi semaksimal mungkin. Karena sebaik – baiknya seorang laki – laki adalah yang paling baik terhadap keluarganya(baik perlakuannya kepada istri – istri dan anak – anaknya). Oleh sebab itu seorang suami juga harus mengetahui dan memaklumi kekurangan dari istrinya, karena ia bukanlah seorang bidadari dari Syurga yang diperuntukkan kepada kita. Yang tanpa cacat dan kekurangan ataupun kesalahan dalam melayani kita seorang suami. Mereka mempunyai kelemahan dan ketidakberdayaan akan sesuatu hal. Bahkan seorang perempuan adalah makhluk Tuhan yang lemah yang sudah sepantasnya dan seharusnya di lindungi dan di jaga oleh seorang laki – laki (suami).
Berdasarkan dari penjelasan di atas, yang mana sifat dasar dari perempuan itu adalah “bengkok” maka suami wajib bersabar dalam meluruskannya, karena istri adalah anugerah dari ALLAH SWT, jadi suami tidak boleh memperlakukannya secara kasar dan keras namun jagalah dan peliharalah mereka dengan segala kemampuan kita, dengan kesabaran kita seperti yang kita ketahui sifat dasar dari perempuan itu adalah “bengkok”. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati kita.
Iman yang palling sempurna kata Rasullulah SAW adalah orang yang sangat bagus akhlaknya (sabar, ikhlas, Ridho) dan berbuat baik kepada istrinya. Barang siapa suami yang sabar terhadap istrinya yang jahat / sikap dan kata – katanya yang kurang baik terhadap suaminya, ALLAH SWT akan memberikannya pahala seperti Nabi Ayyub A.S. dan sebaliknya apabila seorang istri yang sabar terhadap tingkah dan prilaku yang kurang baik dari suaminya maka ALLAH SWT akan memberikannya pahala seperti Siti Asiah(Istri Fir’aun). Yang mana arti sabar disini adalah Hati Dingin, Mulut diam.
Hati Dingin, Yakni saat kita menghadapi suatu masalah atau ujian dari Allah SWT kita berusaha untuk menjalaninya dengan hati yang tetap berpegang teguh kepada syariat. Tabah dalam menghadapinya serta tetap berpandangan positif terhadap apa yang diberikan oleh-NYA kepada kita. Kita janganlah berfikiran bahwa Allah SWT tidak sayang kepada kita atau tidak perduli lagi kepada kita, namun sebaliknya yakni kita harus berfikiran bahwa Allah SWT sedang menguji kita, akan menaikkan derajat kita disisi-NYA apabila kita sanggup menjalaninya dengan hati yang lapang dan dingin.
Mulut Diam, yakni pada saat kita menghadapi suatu masalah atau ujian dari Allah SWT kita berusaha untuk tetap menjaga mulut kita untuk berbicara yang tidak seharusnya (bicara kotor), akan tetapi mulut kita harus bisa kita jaga agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Bukan berarti kita hanya diam saja dan selalu diam saja. Memang diam adalah “emas”, namun berbicara kejujuran adalah “berlian” yang mana kita tahu bahwa berlian lebih mahal daripada emas jika dibandingkan secara materinya.
Semoga kita sebagai suami bisa menjadi suami yang sabar terhadap tingkah dan prilaku istri – istri kita yang kurang menyenangkan atau menyimpang dari jalan-NYA, dan semoga kita sebagai Istri selalu berusaha menjadi istri yang Shalehah bagi suaminya yang membuat hati suami menjadi tenang dan teduh dengan kelembutannya yang khas (yang sangat melekat pada diri seorang wanita). Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar